Selasa, 01 April 2008

NSP PErsib...

Mun ngaku Bobotoh PERSIB pasti NSPna Persib”
2010325 Viking Cooer Viking Choir
2010275 PERSIB harus juara Apel
2010276 Fight song for the Blue’s Bionic Kangaroo
2010277 PERSIB Nu Aing Conni Dio
2010279 Wasit Goblog Jeruji
2010281 Maung Bandung Kang Ibing Top Request!
2010282 PERSIB Kuburan We’ll stay behind you
2010280 Hariring PERSIB Kang Ibing
2010283 Aing pendukung PERSIB PAS BAND
2010284 Maung Lautan Api PHB
2010285 Persib Nama Kami Pluto
2010286 We Love You PERSIB Q-Rend
2010323 PERSIB tak pernah mati Koin
2010324 VIVA PERSIB ! The EDS
Ayo Surur! aktifin NSPna euuuy!
Eh hampir lupa, ini cara ngaktifinnya:
Ketik RING ON Kode Nada
kirim ke 1212
contoh: RING ON 2010279

Jumat, 18 Januari 2008

JAVA MOBILE

MEMULAI PEMROGRAMAN MOBILE

In this section, we will be delving into writing, building, using the emulator and
packaging J2ME applications. The Integrated Programming Environment that we will use
is NetBeans 4.1 (www.netbeans.org) and NetBeans Mobility Pack.

Pada bagian ini, kita akan menggali tentang menulis, membangun, menggunakan
emulator dan melakukan packaging aplikasi J2ME. Integrated Programming Environment yang akan kita gunakan adalah NetBeans 4.1 (www.netbeans.org) dan NetBeans Mobility Pack.

Pengenalan
IDE (Integrated Development Environment) adalah sebuah lingkungan pemrograman (programming environment) yang memiliki GUI builder, text atau code editor, compiler dan/atau interpreter dan debugger. Dalam hal ini, NetBeans Mobility Pack juga memiliki device emulator. Fasilitas ini bisa membuat kita melihat program kita pada device yang sesungguhnya.

"Hello, world!" MIDlet
Kita sudah mempelajari pada bagian sebelumnya tentang daur hidup MIDlet (MIDlet's life cycle). MIDlet mulai hidup ketika MIDlet dibuat oleh Application Management System (AMS) pada device.

Agar kita dapat membuat MIDlet, kita harus membuat subclass dari MIDlet class dari javax.microedition.midlet package. Kita juga harus melakukan override atau implement pada method: startApp(), destroyApp() dan pauseApp(). Method-method tersebut adalah method yang diperlukan oleh AMS untuk menjalankan dan mengkontrol MIDlet.

Tidak seperti program Java pada umumnya dimana method main() hanya digunakan sekali pada jalannya program, method startApp() mungkin akan dipanggil lebih dari sekali dalam daur hidup MIDlet. Sehingga Anda diharuskan tidak membuat satu inisialisasi code pada method startApp(). Daripada, anda dapat membuat MIDlet
consturctor dan melakukan inisialisasi di situ.

Berikut ini adalah code program MIDP pertama kita:
/*
* HelloMidlet.java
* Created on July 8, 2000, 9:00 AM
*/
import javax.microedition.midlet.*;
import javax.microedition.lcdui.*;
/**
*
*/
public class HelloMidlet extends MIDlet implements CommandListener {
Display display;
Command exitCommand = new Command("Exit", Command.EXIT, 1);
Alert helloAlert;

public HelloMidlet(){
helloAlert = new Alert(
"Hello MIDlet", "Hello, world!",
null, AlertType.INFO
);

helloAlert.setTimeout(Alert.FOREVER);
helloAlert.addCommand(exitCommand);
helloAlert.setCommandListener(this);
}

public void startApp() {
if (display == null){
display = Display.getDisplay(this);
}
display.setCurrent(helloAlert);
}

public void pauseApp() {
}
public void destroyApp(boolean unconditional) {
}
public void commandAction(Command c, Displayable d){
if (c == exitCommand){
destroyApp(true);
notifyDestroyed(); // Exit
}
}
}

Selanjutnya kita akan mempelajari MIDlet pertama kita, difokuskan pada line yang penting dari code diatas:

public class HelloMidlet extends MIDlet implements CommandListener {

Seperti yang sudah kita katakan sebelumnya, kita harus membuat subclass dari MIDlet untuk membuat MIDP program. Pada line ini, kita sudah membuat subclass dari MIDlet dengan memberikan turunan kelas induk dan menamakannya HelloMIDlet.

Display display;
Command exitCommand = new Command("Exit", Command.EXIT, 1);
Alert helloAlert;

Line diatas ini adalah variabel properties dari MIDlet. Kita membutuhkan object Display (hanya ada satu diplay per MIDlet) untuk melakukan fungsi menggambar pada layar. exitCommand adalah perintah yang akan kita taruh pada layar agar kita dapat keluar dari program. Jika kita tidak memiliki perintah keluar, maka kita tidak memiliki cara untuk keluar dari MIDlet dengan benar.

public HelloMidlet(){
helloAlert = new Alert(
"Hello MIDlet", "Hello, world!",
null, AlertType.INFO
);

helloAlert.setTimeout(Alert.FOREVER);
helloAlert.addCommand(exitCommand);
helloAlert.setCommandListener(this);
}

Consturctor melakukan inisialisasi dari object Alert. Kita akan mempelajari lebih lanjut dari Alert class pada bab berikutnya. Method addCommand() pada object Alert memberikan perintah "Exit" pada layar. Method setCommandListener() memberikan informasi kepada sistem untuk memberikan semua command events ke MIDlet.

public class HelloMidlet extends MIDlet implements CommandListener {

Code "implements CommandListener" adalah untuk command/key presses, sehingga program kita mampu menghandle "command" events. Jika kita melakukan implement CommandListener, kita harus membuat method commandAction().
public void commandAction(Command c, Displayable d){
if (c == exitCommand){
destroyApp(true);
notifyDestroyed(); // Exit
}
}

commandAction() diatas hanya menghandle request untuk perintah "Exit". Method diatas akan menghentikan program menggunakan notifyDestroyed() jika perintah "Exit" dijalankan atau ditekan.

public void startApp() {
if (display == null){
display = Display.getDisplay(this);
}
display.setCurrent(helloAlert);
}

Kode diatas adalah bagian awal dari program kita ketika program kita sudah siap untuk ditampilkan oleh AMS. Perlu diingat bahwa method startApp() mungkin / bisa dimasukkan lebih dari sekali seperti pada daur hidup MIDlet. Jika MIDlet berhenti / dihentikan, seperti bila ada telepon masuk, program akan masuk ke state berhenti (pausedApp). Jika panggilan sudah selesai AMS akan kembali ke program dan memanggil method startApp() lagi. Method display.setCurrent() memberikan informasi ke sistem bahwa kita menginginkan object Alert untuk dimunculkan ke layar. Kita dapat mendapat tampilah object dengan memanggil method statis Display.getDisplay().

NetBeans Mobility Pack secara otomatis membuat Java Application Descriptor (JAD) untuk program Anda. NetBeans Mobility Pack menaruh file JAD pada folder "dist" dari folder project. Berikut ini adalah contoh file JAD yang dibuat oleh NetBeans Mobility Pack:
MIDlet-1: HelloMidlet, , HelloMidlet
MIDlet-Jar-Size: 1415
MIDlet-Jar-URL: ProjectHello.jar
MIDlet-Name: ProjectHello
MIDlet-Vendor: Vendor
MIDlet-Version: 1.0
MicroEdition-Configuration: CLDC-1.1
MicroEdition-Profile: MIDP-2.0

Sekarang kita siap untuk mengcompile, melakukan pemaketan (package) pada aplikasi MIDlet pertama kita.

Compilation dan Packaging MIDlets
Sebelum kita menggunakan integrated tools untuk mengcompile dan melakukan packaging aplikasi MIDlet (MIDlet suite), kita akan mencoba menggunakan command line.

Aplikasi MIDlet biasanya dipaketkan ke dalam sebuah file yaitu file JAR. File ini adalah file terkompres, seperti file ZIP. Pada implementasinya, Anda dapat membuka file JAR menggunakan program dekompresor file ZIP.

Aplikasi MIDlet terdiri dari:
- File JAR
- File Java Application Descriptor (JAD)
File JAR memiliki:
- File class
- Manifest file describing the contents of the archive
- File manifest yang menjelaskan isi dari arsip
- Sumber: image/icon, video, data, dll. Digunakan oleh aplikasi

File manifest, manifest.mf adalah seperti file JAD. File ini digunakan oleh application manager dari device. Beberapa field yang diperlukan oleh file manifest adalah:
- MIDlet-Name
- MIDlet-Version
- MIDlet-Vendor
- MIDlet- (dimana n adalah angka dari 1, untuk setiap MIDlet di file JAR)
- MicroEdition-Profile
- MicroEdition-Configuration

Selanjutnya kita mengcompile file source java:
javac -bootclasspath C:\WTK23\lib\cldcapi11.jar;C:\WTK23\lib\midpapi20.jar
*.java

Program Compiler Java, "javac", harus berada pada path Anda. Jika anda melihat error seperti "cannot find file" atau "not an executable", Anda bisa mengkonsultasikan dengan panduan instalasi untuk distribusi Java development kit Anda tentang bagaimana memasukkan executable PATH dari lokasi tools yang ada di Java.

Selanjutnya kita melakukan pre-verify dari file class:
preverify
-classpath C:\WTK23\lib\cldcapi11.jar;C:\WTK23\lib\midpapi20.jar;.
-d . HelloMidlet

Preverify sudah berada di wireless toolkit dari java.sun.com. Masukkan perintah ini pada sebuah baris. Langkah terakhir adalah membuat file JAR tersebut:
jar cvfm HelloMidlet.jar manifest.txt HelloMidlet.class

Program jar sudah berada di Java Development Kit, dan lokasinya harus dimasukkan pada executeable path Anda. Perintah ini akan membuat file JAR dengan nama file HelloMidlet.jar. File manifest.txt namanya diganti dengan manifest.mf pada file JAR.

Menggunakan Sun Wireless Toolkit
Sekarang kita menggunakan Sun Wireless Toolkit untuk mengcompile dan memaketkan aplikasi MIDlet / MIDlet suite (mengandung satu MIDlet)

Buka ktoolbar (dari Wireless Toolkit distribution):
Buat sebuah project:

Pada Setting window, anda dapat merubah banyak pilihan-pilihan dari beberapa opsi konfigurasi untuk project Anda. Anda dapat memilih konfigurasi yang akan bekerja, package/API yang diperlukan, konfigurasi Push Registry dan yang lain. Untuk tujuan kita
kali ini, kita akan menggunakan konfigurasi default project. Click "OK" untuk selesai membuat project.

Copy HelloMidlet.java kedalam direktori "src": Pada jendela ini berada di direktori: C:\WTK23\apps\HelloMidlet\src (dimana C:\WTK23 adalah lokasi Anda menginstall wireless toolkit). Click "Build" dan "Run":


Menggunakan NetBeans Mobility Pack
Seperti yang telah dijelaskan pada awal bab ini tentang hal yang diperlukan, NetBeans 4.1 dan NetBeans Mobility Pack harus sudah terinstall di komputer Anda.
Langkah 1: Membuat project baru
Langkah 2: Memilih kategori "Mobile"
Langkah 3: Memilih "Mobile Application"
Langkah 4: Beri nama project dan tentukan lokasinya
(Hilangkan tanda pada "Create Hello MIDlet", kita akan membuat MIDlet kita sendiri
nantinya)
Step 5: Memilih Platform (optional)
Langkah 6: Membuat sebuah MIDlet baru
Langkah 7: Memilih MIDP "Category" dan MIDlet "File Type"
Langkah 8: Memberi nama MIDlet
Langkah 9
Langkah 10: Mengganti code yang dibuat secara otomatis dengan code program
kita.
Langkah 11: Mengcompile dan Menjalankan (Run) MIDlet di Emulator
Langkah 12: Menjalankan MIDlet kita di Emulator

SEJARAH SINGKAT SQL SERVER

Sebuah aplikasi secanggih apapun pastinya membutuhkan pendukung dari posisi back end-nya hingga dikatakan handal. Sebuah back-end yang baik mampu memposisikan dirinya sebagai pensupport dari aplikasi tersebut tanpa menghilangkan sisi integralnya sendiri. Dari berbagai macam bahasa database, SQL Server merupakan salah satu database server terbaik saat ini. Didukung sepenuhnya oleh Microsoft menjadikan penggunaan aplikasi berbasis windows dengan mesin database setnagguh SQL Server semakin digandrungi oleh kebanyakan aplikator.

SQL Server….hmm bagi sebagian database engineer merupakan sebuah database yang sangat baik. SQL Server adalah bagian dari produk Back Office Microsoft, yang juga menyertakan Back Office Server, Exchange Server, Proxy Server, Site Server, SBS atau Small Bussiness Server dan System Management Server. Pada dasarnya SQL Server berbasis bahasa SQL atau Structured Query Language.

SQL Server pada awalnya merupakan hasil kerja sama antara Sybase dengan Microsoft. Dimana pada saat itu masih terjadi kerja sama yang apik antara Microsoft dengan IBM untuk membuat sebuah Operating system baru yaitu OS/2. Keduanya sepakat menginginkan sebuah database baru yang juga bisa dijalankan pada OS/2 sehingga mereka bermitra dengan Sybase, dan meminta Sybase untuk menyertakan produk DataServer yang berbasis UNIX ke OS/2. Selain dengan Sybase, Microsoft juga menggandeng Ashton-Tate yang memiliki mayoritas pasar database dengan produk unggulan mereka yang terkenal yaitu dBase, kerja sama ini di rasa Microsoft sangat penting untuk mendapatkan pengakuan dan pangsa pasar bagi OS/2.

Sebuah versi Beta dari Ashton-Tate dan Microsoft SQL Server yang dijalankan pada OS/2 dirilis pada tahun 1988. Seiring dengan penghentian kerja sama Microsoft dengan Ashton-Tate, maka pada tahun 1989 bekerja sama dengan teknologi yang di usung oleh Sybase diluncurkan Microsoft SQL Server versi 1.0.
Microsoft SQL Server 1.1 dirilis pada tahun 1990 dan berjalan pada platform OS/2 dengan keunggulan untuk memperbaiki bug pada versi 1.0. Selain itu, versi ini juga mempunyai fitur yang mampu mendukung sebuah platform client baru yaitu Windows 3.0. Dengan tambahan utilitas, pustaka pemrograman dan tool-tool administrasi menjadikan Microsoft SQL Server merupakan seri database terbaik pada masanya.
Microsoft SQL Server versi 1.11 perawatan dirilis pada 1991 seiring penghentian kerjasama dengan IBM untuk pengembangan OS/2. Penghentian ini didasari untuk melkukan pengembangan pada Operating System multi user Windows NT.

Tool administrasi database GUI berbasis-Windows terdapat pada Microsoft SQL Server versi 4.2 yang dirilis pada awal tahun 1992. Ditandai dengan makin harmonisnya kerjasama Microsoft dengan Sybase untuk melakukan pengembangan pada versi SQL Server Microsoft yang dijalankan pada OS/2 yang diselaraskan dengan versi Sybase dan berjalan pada UNIX. Kehadiran Windows NT menyebabkan Microsoft merilis Microsoft SQL Server yang berjalan pada platform tersebut. Versi ini mendukung arsitektur 32-bit dan sepenuhnya ditulis-ulang dari dasar. Pada tahun itu juga Microsoft memutuskan untuk menghentikan pengembangan SQL Server pada OS/2 dan memfokuskan untuk versi Windows NT saja.

Pada tahun 1994 kerjasama Microsoft dan Sybase berakhir, selanjutnya Microsoft bertanggung jawab sepenuhnya pada pengembangan kode SQL server. Seiring dengan penghentian tersebut, para ahli di Microsoft terus melakukan pengembangan hingga akhirnya meluncurkan versi Microsoft SQL Server 6.0 pada tahun 1995.

Versi 6.0 menghadirkan fitur yang sangat diperlukan seperti replikasi, kursor scrollbar dan tool management yang memasukkan edisi pertama Enterprise Manager. Kehadirian versi 6.0 menjadikannya sebagai kompetitor bagi Sybase, Oracle dan Informix.

Keseriusan Microsoft terlihat saat awal tahun 1996 kembali menghadirkan versi 6.5 Microsoft SQL Server yang mampu meningkatkan penyimpanan data dan tunduk pada standar ANSI SQL.

Microsoft SQL Server versi 7.0 dirilis pada tahun 1999. Mesin database baru yang telah dirancang bangun, prosesor query dan penguncian tingkat-baris penuh dihadirkan pada versi ini, disamping utilitas administrasi baru dan wizard yang baru pula. Kehadiran versi ini seakan menjawab kebutuhan desktop sampai internet hingga big company yang membutuhkan skalabilitas. Versi ini juga merupakan platform database untuk skala-enterprise dan aplikasi penyimpanan data dengan teknologi seperti OLAP.

SQL Server 2000 dirilis pada tahun 2000 dengan meningkatkan skalabilitas perangkat-keras juga mendukung piranti handheld Windows CE dan server cluster multiprosesor delapan jalur. Dukungan terhadap built-in XML, dukungan failover 4-node, update, penghapusan cascading, pencarian berbasis teks dan kemampuan menjalankan multi bentuk pada sebuah server tunggal ditanamkan pada versi ini.

SQL Server juga terdiri dari tiga versi yaitu edisi Small Bussiness Server (SBS), edisi Standard dan edisi Enterprise. Semua edisi berisi mesin dan tool database inti. Perbedaan utama dari ketiga edisi ini adalah sistem operasi yang dijalankan masing-masing. Setiap edisi memiliki sebuah instalasi standar dan instalasi desktop. Instalasi standar adalah sebuah server databse penuh dan berjalan hanya pada Windows NT Server. Sementara instalasi desktop hanya digunakan dan dirancang untuk kebutuhan penyimpanan database lokal saja. SQL Server versi instalasi desktop mampu berjalan pada Windows 95, Windows 98, Windows NT Workstation, Windows NT Server atau Windows NT Enterprise.
Microsoft Data Engine (MSDE) merupakan sebuah database final yang juga versi skala bawah dari SQL Server yang disertakan dalam Microsoft Office dan Visual Studio. Dengan kemampuan ukuran 2GB, MSDE hanya disarankan untuk digunakan pada aplikasi dengan user tidak lebih dari 5 user pada saat bersamaan. MSDE juga bisa digunakan bersama dengan Access atau aplikasi client Visual Basic. Namun ada keuntungan terbesar dari penggunaan MSDE dibandingkan dengan mesin Jet, yakni MSDE sepenuhnya kompatibel dengan SQL Server, sehingga pada saat kebutuhan meningkat, maka dengan mudah MSDE dapat di upgrade menjadi SQL Server. Hal ini dikarenakan MSDE mempunyai jalur peng-upgrade-an dengan SQL Server yang tidak dimiliki oleh mesin Jet.



DAFTAR PUSTAKA

Siebold, Dianne, (2001), Visual Basic Developer’s Guide to SQL Server, Cetakan Kedua, PT. Elex Media Komputindo: Jakarta.
Petroutsos, Evangelos, (2002), Pemrograman Database dengan Visual Basic 6.0, Cetakan Kedua, PT. Elex Media Komputindo; Jakarta.
Aditia, Mochammad Eka, (2007), Visual Basic Sebuah Bahasa, Catatan/Jurnal; Sukabumi
Aditia, Mochammad Eka, (2007), Database? Take it or Leave it, Catatan/Jurnal; Sukabumi.

VISUAL BASIC 6.0 Introduction

Visual Basic.. kata yang sangat popular di kalangan pemrogram baik yang mahir maupun pemula. Visual Basic adalah sebuah bahasa pemrograman yang dikembangkan dari QuickBasic yang berbasis DOS.

Visual Basic telah melalui sejumlah versi dari produk aslinya dan sangat jauh berbeda dari produksi awalnya. Visual Basic 1.0 dirilis pad pertengahan tahun 1991, dikembangkan dari QuickBasic yang berbasis DOS, bahas pemrograman BASIC versi Microsoft. Visual Basic dirancang untuk kemudahan penggunaan dan memungkinkan para programmer generasi baru membuat apilkasi untuk sistem operasi Windows. Versi pertama ini pada dasarnya adalah versi grafis dari QuickBasic, dan memasukkan tool-tool untuk pembuatan elemen antar muka-pengguna.

Pada awal 1992 dirilis Visual Basic Professional Toolkit. Ini merupakan sekumpulan paket dari kontrol kustom tambahan yang dibuat oleh Microsoft dan perusahaan lain. Orientasi obyek pada saat itu dan reusabilitas menjadi konsep penting dalam pengembangan perangkat lunak. Meskipun Visual basic sendiri jauh dari sebuah bahasa berorientasi obyek, dukungannya pada kontrol kustom adlah langkah yang di nilai benar.

Visual Basic 2.0 dirilis pada tahun 1992. Dalam versi ini terdapat tipe data varian, konstanta True dan False, serta variabel obyek. Variabel obyek membuat Visual Basic berada one step di depan para pesaingnya dalam berorientasi obyek dengan kemampuannya mendeklarasikan dan merujuk obyek (dalam C dikenal dengan pointer).

Pada saat itu VBSQL dan ODBC API adalah satu-satunya access methode yang tersedia yang bisa digunakan. Keduanya menyediakan akses 16-bit. ODBC API adalah sebuah antar muka yang rumit dengan cara belajar yang memerlukan konsentrasi tinggi, begitu pula dengan VBSQL yang dianggap meragukan sebagai antar muka VB asli untuk SQL Server.

Visual Basic 3.0 dirilis pada tahun 1993 dan berisi kontrol data standar. Ini akan menyediakan akses database dalam aplikasi dengan pengkodean yang minimal. Versi ini juga mendukung kontrol VBX(16-bit). Selain itu, versi ini juga disertai dengan mesin database Jet versi 1.1. Mesin ini digunakan untuk konektivitas database melalui DAO (Data Access Objects). Mesin ini (Jet) hingga sekarang telah mencapai versi 4.0 dimana terdapat ADO (Active Data Objects) adalah metode akses data yang disukai karena merupakan salah satu komponen utama dalam strategi Universal data Access microsoft.

Tahun 1995 dirilis Visual Basic 4.0. Versi ini mengakomodasi kecanggihan pengembangan perangkat lunak dengan adanya teknologi OLE dan kemampuan untuk membuat obyek. Selan itu juga terdapat OCX yaitu kontrol kustom 32-bit, disamping kemampuan untuk mengakses aplikasi lain, seperti Word dan Excel dalam Visual Basic menggunakan VBA (Visual Basic for Applications).

Versi ini juga disertai dengan Remote Data Objects (RDO) dan Remote Data Control. RDO adalah sebuah metode akses data yang dirancang dari bawah ke atas (Down to Up) untuk menggantikan DAO. Pustaka ActiveX 32-bit ini lebih kecil dan lebih cepat daripada DAO serta dirancang dengan sebuah hierarki obyek yang sama dengan ODBC API. Remote Data Control hingga saat ini tidak pernah atau jarang digunakan karena sering dihinggapi berbagai masalah.

Visual Basic versi 5.0 dirilis pada tahun 1997, mendukung standar Component Object Model (COM) Microsoft dan memungkinkan membuat sebuah kontrol ActiveX. Versi ini merupakan sebuah langkah maju karena di dalamnya para pengembang bisa membuat kontrol dan DLL sendiri dalam Visual Basic dimana sebelumnya tidak mungkin.
Pada tahun 1998 dirilis Visual Basic 6.0, dimana didalamnya sudah termasuk metode baru yang telah ditingkatkan dari versi sebelumnya untuk berinteraksi dengan SQL Server. Versi ini juga sudah termasuk akses data yang telah ditingkatkan, tool dan kontrol baru yang dipakai bersama database seperti ADO Data Control, fitur internet yang telah ditingkatkan (seperti kelas Web), dan sejumlah wizard baru.

ADO 2.0 diluncurkan bersama Visual Basic 6.0. Antar muka ke OLE DB ini sama dengan RDO namun dengan struktur yang kurang hierarkis dan lebih kecil. ADO dirancang bagi perusahaan besar dan aplikasi internet dan merupakan salah satu komponen utama dalam Universal Data Access (UDA) Microsoft. Versi terbaru dari ADO adalah 2.7.

Visual Basic merupakan bagian dari suite tool pengembangan Microsoft yang disebut Visual Studio, yang juga di dalamnya terdapat Visual C++, Visual FoxPro, Visual Interdev, Visual J++ dan Visual SourceSafe. Jika ingin membeli Visual Basic, anda harus mengetahui bahwa perangkat lunak ini terdiri dalam tiga edisi. Yaitu:
Learning Edition merupakan versi skala bawah yang berisi lingkungan dan kontrol-kontrol pengembangan dasar. Juga dilengkapi dengan CD multimedia untuk belajar Visual Basic.

Profesional Edition Memiliki fitur-fitur dari edisi sebelumnya yang juga di tambah dengan kontrol ActiveX tambahan, Visual Database Tools, Data Environment Designer, dan DHTML Page Designer. Edisi ini merupakan versi yang mempunyai fitur paling lengkap, antara lain berupa fungsionalitas pengembangan Internet.

Enterprise Edition Memasukkan semua fitur dari Profesional Edition ditambah tool Back Office, seperti SQL Server, Microsoft Transaction Server, IIS dan Visual Sourcesafe. Versi ini digunakan untuk mendukung aplikasi-aplikasi terdistribusi skala perusahaan besar dan menyediakan semua tool untuk integrasi penuh dengan SQL Server dan lainnya.


DAFTAR PUSTAKA
Siebold, Dianne, (2001), Visual Basic Developer’s Guide to SQL Server, Cetakan Kedua, PT. Elex Media Komputindo: Jakarta.
Petroutsos, Evangelos, (2002), Pemrograman Database dengan Visual Basic 6.0, Cetakan Kedua, PT. Elex Media Komputindo; Jakarta.
Aditia, Mochammad Eka, (2007), Visual Basic Sebuah Bahasa, Catatan/Jurnal; Sukabumi